A. ANAK AUTIS
1. DEFINISI ANAK AUTIS
Autisma berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Penyandang autis seakan-akan hidup di dunianya sendiri. Istilah autisme baru diperkenalkan sejak tahun 1943 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad lampau.
Dahulu ada anggapan bahwa autis merupakan kelainan seumur hidup, tetapi kini autis pada masa kanak-kanak sudah dapat dideteksi, yang akn lebih baik jika dilakukan sebelum anak berusia diats 5 tahun. Deteksi dini untuk mengenali kelainan perilaku harus segera dilakukan untuk mempercept langkah-langkah koreksi.
Autis dapat didefenisikan menjadi Autisme infantil, Asperger’s disease, dan Attention Deficit (hyperactive) Disorder. Jenis lain bukannya tidak penting, akan tetapi penanganannya tidak terlalu sulit daripada ketiga kelainan tersebut. Hambatan bicara tidak terlalu dirisaukan, walaupun tetap harus ditangani. Tetapi anak yang lambat bicara juga sangat perlu diwaspadai sebagai autisma.
2. KARAKTERISTIK ANAK AUTIS
Penyandang autisme memiliki karakteristik antara lain:
Ø Selektif berlebihan
Ø Kurangnya motivasi untuk menjelajahi lingkungan baru
Ø Respon simulasi diri sehingga mengganggu integrasi sosial
Ø Respon unik terhadap imbalan (reinforcement), khususnya imbalan dari stimulasi diri.
Perilaku autistik digolongkan dalam 2 jenis, yaitu perilaku yang eksesif (berlebihan) yakni seperti hiperaktif dan tantrum (mengamuk) berupa menjerit, menyepak, menggigit, mencakar, memukul, dan juga sering terjadi anak menyakiti dirinya sendiri (self abuse). Sedangkan perilaku defisit (berkekurangan) ditandai dengan gangguan bicara, perilaku sosial kurang sesuai, defisit sensoris sehingga dikira tuli, bermain tidak benar, emosi yang tidak tepat, misalnya tertawa tanpa sebab, menangis tanpa sebab dan melamun.
3. PENYEBAB AUTIS
o Faktor genetika
o Faktor pemicu (infeksi, logam berat, zat adiktif, alergi berat, obat-obatan, jamu peluntur, hiperemesis atau muntah-mutah hebat, pendarahan berat dsb)
4. JENIS-JENIS TERAPI ANAK AUTIS
a. Terapi Perilaku

b. Terapi Biomedik

c. Sosialisasi ke Sekolah Reguler
d. Sekolah atau Pendidikan Khusus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
menurut kalian apakah pentng sbuah penampln dlm sbuah pertemanan